Macam
– Macam Erosi yang Disebabkan oleh Air
dan Cara Pencegahannya
DISUSUN
OLEH :
KELOMPOK
COSMIC
1. Fillino
Azis : 130301202
2. Inni
Izzati : 130301209
3. Nauval
Azizi : 130301182
4. Ratiwi
Harly Dalimunthe : 130301195
5.
Wiwik Winarti :
130301186
Mata Kuliah : Ilmu Kealaman Dasar
Program studi : Agroekoteknologi
Fakultas : Pertanian
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2013
1. Pengertian Erosi
Erosi
adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen,tanah,batuan, dan partikel
lainnya) akibat transportasi angin, air atau es , karakteristik hujan, creep
pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk
hidup semisal hewan yang membuat liang , dalam hal ini disebut bio-erosi.
2. Jenis –
jenis erosi oleh air
1. Pelarutan
Tanah kapur mudah dilarutkan air sehingga di daerah kapur sering ditemukan sungai-sungai di bawah tanah.
2. Erosi Percikan ( splash
erosion )
Curah hujan yang jatuh langsung ke
tanah dapat melemparkan butir-butir tanah sampai setinggi 1 meter ke udara.Di
daerah yang berlereng, tanah yang terlempar tersebut umumnya jatuh ke lereng di
bawah nya.
3. Erosi Lembah ( sheet
erosion)
Pemindahan tanah terjadi lembar demi lembar mulai dari lapisan yang
paling atas.Erosi ini sepintas tidak terlihat, karena kehilangan
lapisan-lapisan tanah seragam,tetapi
dapat berbahaya karena pada suatu saat seluruh top soil akan habis.
4. Erosi Alur (
rill erosion )
Dimulai dengan genangan-genangan kecil disuatu lereng,maka bila air
dalam genangan itu mengalir. terbentuklah alur-alur bekas aliran air
tersebut.Alur-alur itu mudah dihilangkan dengan pengolahan tanah biasa.
5. Erosi Gully (gully erosion)
Erosi ini merupakan lanjutan dari erosi alur.Karena alur yang terus
menerus di gerus oleh aliran air terutama di daerah- daerah yang banyak hujan,
maka alur-alur tersebut menjadi dalam
dan lebar dengan aliran air yang lebih
kuat .Alur-alur tersebut tidak dapat
hilang dengan pengolahan tanahbiasa.
6. Erosi Parit (
channel erosion )
Parit-parit yang besar sering masih terus mengalir lama setelah hujan
berhenti.Aliran air dalam parit ini dapat mengikis dasar parit atau dinding
tebing parit di bawah permukaan air,sehingga tebing diatasnya dapat runtuh
kedasar parit.Gejala mender dari alirannya dapat meningkatkan
pengikisan tebing di tempat tertentu.
7. Streambank Erosion
Streambank erosion pada umumnya terjadi pada sungai yang berbelokan tergantung
pada derasnya arus sungai.Sungai yangmempunyai belokan yang banyak ,menyebabkan
arus sungai terhadap erosi tebing akan terjadi dengan 2 kemungkinan,yaitu :
a)Terjadinya suatu belokan disebabkan oleh
tanah di sekitar belokan tersebut.Resistensinya kurang kuat, sehingga arus yang
melaju yang biasanya pada tiap belokan ada di pinggir akan makin mengikis tanah
pada sisi yang daya tahannya kurang kuat itu, sehingga menjadikan makin
membelok kan sungai tersebut.
b) Makin berlikunya belokan tersebut, arus
sungai pada mulut belokan terpaksa mencari
arah lain yaitu dengan mengikis sisi yang lainpada belokan ,pengikisan
akan berlangsung
terus sehingga resisten tanah kurang kuat maka akan tercipta arus sungai yang baru.
8. Longsor
Tanah lonsor terjadi karena gaya gravitasi,Biasanya karena tanah di
bagian bawah tanah terdapat lapisan yang licin dan kedap air (sukar ketembus
air) seperti batuan liat.Dalam musim hujan tanah diatasnya menjadi jenuh air
sehingga berat, dan bergeser ke bawah melalui lapisan yang licin tersebut
sebagai tanah longsor.
Metode pengawetan tanah dan air
Metode-metode pengawetan tanah pada umumnya
dilakukan dengan maksud :
1. Melindungi
tanah dari curahan langsung air hujan
2. Meningkatkan
kapasitas infiltrasi tanah
3. Mengurangi
run off
4. Meningkatkan
stabilitas agregat tanah
Usaha
pengawetan tanah yang pertama-tama perlu dilakukan
adalah penggunaan tanah sesuai dengan
kemampuannya. Beberapa
metode pengawetan tanah antara lain adalah
:
1. Metode
vegatatif
2. Cara
mekanik
3. Metode
kimia
1)
Metode vegetative
Metode vegetatif dapat dilakukan dengan
cara :
1. Penghijauan
kembali
2. Menanam
tanaman penutup tanah (cover crop)
2)
Cara mekanik
Dapat dilakukan dengan cara :
1. Pengolahan
tanah menurut kontur
2. Galengan
dan saluran menurut kontur
3. Perbaikan
drainase dan perbaikan irigasi
3)
Metode kimia
Metode ini
dilakukan dengan menggunakan bahan kimia untuk memperbaiki struktur tanah, yaitu
meningkatkan kemantapan agregat. Tanah dengan struktur tanah yang mantap tidak
mudah hancur oleh air hujan.
Penggunaan
bahan kimia untuk pengawetan tanah belum banyak dilakukan. Walaupun cukup
efektif tetapi biayanya mahal. Pada waktu sekarang ini umumnya masih dalam
tingkat
percobaan.